Berbenah

rumah1Menjelang hari raya, ada satu kebiasaan yang umum dilakukan oleh masyarakat. Yang punya kelebihan rizki biasanya akan melakukan renovasi rumah. Yang tak mau terlalu ribet, cukup mengganti warna cat rumah. Atau minimal, bersih-bersih hingga ke bagian paling sudut rumah. Semua orang bersiap-siap menyambut tamu yang datang bersilaturahim di hari raya. Merayakan kebahagiaan beridul fitri dengan target bersih lahiriah dan batiniah.

Hari raya masih jauh. Namun bagi teman-teman yang sudah pernah beberapa kali mampir ke sini pasti tahu, ada yang berubah dari tampilan rumah mayaku. Ganti tema wordpress, warna dan widget. Dalam rangka apa?

Berbenah. Itu saja. Sejak pertama kali memutuskan ngeblog hingga sekarang, aku belum pernah mengganti satu pun pernak-pernik yang kuletakkan. Entah itu bisa diterjemahkan setia atau pemalas, aku tak terlalu peduli. Yang pasti, aku sangat menyukai displainya. Ornamen, warna dan motifnya mungkin terasa norak dan kekanak-kanakan bagi orang lain. Tapi justru itulah menariknya untukku. Aku jadi suka menulis dan memandanginya saat memposkan tulisan.

“Lalu kenapa diganti?”, pasti itu menggelitik benakmu.

Ganti suasana. Dua kata ini cukup mewakili isi hatiku. Takut terjebak pada kebosanan. Mungkin ini pun bisa menambahi. Menulis, sudah menjadi bagian dari aktivitas harianku sejak dulu. Sejak sekolah dasar, aku sudah terbiasa menulis diary. Beranjak SMP, aku ikutan menulis puisi. Di SMA, menulis cerpen pertamaku. Saat kuliah, aku masih melakukan ketiganya meskipun tak lagi seintens zaman dulu dengan alasan super klise.

Barulah saat menginjakkan kaki di dunia kerja (yang meskipun fleksibel namun penuh dinamika), aku merasakan keperluan yang amat luar biasa terhadap tulisan. Entah sekedar mengeluarkan uneg-uneg ataupun menyuarakan ide dan gagasan. Maklumlah, rentang jarak dunia mahasiswa dan kerjaku tak ada batas dan itu cukup membuatku lintang-pukang menyesuaikan diri. Bukan kerja sebagaimana kerja paruh waktu yang biasa kujalani.

Pekerjaan yang kulakoni menuntutku eksis dengan segala idealisme yang kupegang, tak peduli berada di tempat terpencil dengan segala keterbatasannya. Pekerjaan yang membuatku bertemu banyak orang dengan banyak keinginan. Kombinasi keadaan inilah yang menyumbangkan banyak kisah dalam perjalananku. Ada para perintis yang kegigihannya patut diteladani. Ada pula para pembelot yang kadang menimbulkan berbagai masalah dan membuat kita yang berinteraksi harus memutar otak mencari solusi. Belum lagi kisah-kisah lainnya yang didengar dari kenalan, teman dan keluarga. Atau pula materi kajian yang mampu membangkitkan semangat bertakwa. Sayang sekali jika tak dicatat sebagai bahan pembelajaran.

Pada akhirnya, blog ini memuat aspirasi dan inspirasi yang kucerap selama ini. Jika ternyata pun kuantitas dan kualitasnya masih jauh dari baik, setidaknya ini menjadi satu bukti bahwa aku pernah berusaha menjadi lebih baik.

Dan perubahan suasana sepertinya cukup berguna sebagai stimulasi agar aku tak lupa, bahwa menulis merupakan aktivitas yang kucinta. Selamat berselancar ria…^_^

*Ditulis setelah menggondol laptop tetangga…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s