Ramadhan Ini

Ceria-Senyum-Ramadhan-165Ramadhan month of the Qur’an
I feel it inside of me, strengthening my Iman
But how I wish you’d be
Here with me all year around
Ramadhan Ramadhan, Ramadhanu ya habib
Ramadhan Ramadhan, Laytaka dawman qareeb
(Ramadhan by Maher Zein).

Syair lagu di atas mewakili perasaan kebanyakan kaum muslim saat ini. Ada rasa syukur tak terhingga karena kita termasuk orang yang diberi nikmat untuk bertemu dengan ramadhan kembali. Allah SWT telah menganugerahkan nafas yang masih berhembus hingga saat ini sebagai sebuah kesempatan luar biasa agar tiap-tiap diri meraih derajat taqwa.
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183).
Ketaqwaan ini merupakan sebuah proses yang kita mulai dari niat beribadah semata-mata hanya karena-Nya. Pengalamanku pribadi mengatakan, menjaga keikhlasan ibadah pada hari-hari biasa saja begitu sulit, apalagi dalam kondisi lapar dan haus? Itu baru menjaga niatnya, belum lagi menjaga keberlangsungan aksinya, hehe….
Padahal jika dipikir-pikir, bukankah

Allah SWT sudah “mengamankan” syaitan-syaitan?
“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syaitan dibelenggu” (HR. Muslim).
Tapi toh nyatanya emosi dan hawa nafsu masih seringkali menguasai diri ya? Survei membuktikan bahwa menaklukan diri sendiri aka menundukkan hawa nafsu ternyata tak kalah menantang dari memusuhi syaitan secara nyata, hehe…. Terbukti, meskipun kepala kita dipenuhi berbagai niat kebaikan namun belum tentu selalu berakhir dengan realisasi amal. Wajar kiranya jika orang-orang bijak mengatakan, niat saja tidak cukup. Perlu diikuti dengan aksi nyata sehingga bulan ramadhan yang kita lalui tahun ini benar-benar membuahkan taqwa dalam diri.
Sebagaimana kita ketahui bersama, ramadhan merupakan bulan Al Qur’an, penuh berkah, pengampunan, dilipatgandakan amal sholeh, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup, juga terdapat malam lailatul qadar. Segala keistimewaan inilah yang membuat kita tak pantas menyia-nyiakan kesempatan pertemuan dengan ramadhan. Bagaimana caranya?welcome_ramadhan_2013__by_ichi_iltea15-d6cnjor
Pertama, tentu menjaga ibadah puasa kita. Mulai dari membersihkan niat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Tak cukup itu, berpuasa dengan benar pun meniscayakan kita agar menjauhi kemaksiatan, perkataan dan perbuatan sia-sia. Yah, di era dimana sistem yang diterapkan bukan sistem Islam, hal ini tentu bukanlah perkara mudah. Seringkali kita tergelincir dalam perbuatan-perbuatan yang merusak puasa sebagaimana peringatan Rasulullah saw : “Barangsiapa yang tidak menahan diri dari ucapan dusta dan perbuatan buruk maka sedikit pun Allah tidak sudi menerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum” (HR. al-Bukhari).
Kedua, meskipun terasa lelah setelah seharian beraktivitas, namun kenikmatan melaksanakan shalat tarawih guna menghidupkan malam-malam ramadhan kita tak boleh dilewatkan. “Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Ketiga, memperbanyak amalan sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Bahkan dikabarkan pada kita bahwa kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ramadhan melebihi angin yang berhembus. Wow….
“Seutama-utama sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan” (HR. at-Tirmidzi).
Sedekah disini maknanya tak hanya dalam bentuk “mentahnya”. Bahkan memberi makan dan menyediakan makanan berbuka pun dikategorikan sedekah. Para Salafush Shalih telah mencontohkan pada kita agar senantiasa berlomba dalam memberi makan kepada orang lapar dan yang membutuhkan. Karena Nabi SAW bersabda, “Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang haus, niscaya Allah akan memberinya minuman dari Rahiqul Makhtum” (HR. at-Tirmidzi).
Selain itu, Nabi SAW juga bersabda, “Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun” (HR. at-Tirmidzi, hasan shahih).
Dalam riwayat lain dikatakan, “…menjadi penghapus dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api Neraka…”.
Keempat, memperbanyak bacaan Al Qur’an. Kita seringkali diingatkan tentang Malaikat Jibril yang selalu memperdengarkan Al Qur’an kepada Rasulullah pada bulan ramadhan. Inilah juga yang membuat para sahabat semisal Utsman bin Affan begitu bersemangat mengkhatamkan Al Qur’an setiap hari di bulan Ramadhan. Juga Salafush Shalih yang mampu mengkhatamkan Al Qur’an setiap 3 malam sekali dalam shalat Tarawih. Bahkan Imam Syafi’i dikabarkan dapat mengkhatamkan 60 kali di luar shalat dalam bulan ramadhan. Subhanallah…amal sholeh mereka patut ditiru!
Kelima, mencari lailatul qadar pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan. Rasul SAW bersabda : “Barangsiapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Keenam, makin intensif menuntut ilmu. Amal sholeh tentu memerlukan ilmu agar tak tergelincir dalam kesesatan. Maka wajar jika menuntut ilmu termasuk prioritas aktivitas yang dilakukan pada bulan ramadhan. Bisa dengan menghadiri majelis-majelis ilmu yang marak diselenggarakan setelah shalat tarawih atau shalat subuh di masjid-masjid. Atau mungkin menambah tsaqofah dengan membaca buku. Aku sendiri jauh-jauh hari sengaja membuat target bacaan ramadhan. Fokusku bulan ini adalah fiqih puasa dan sirah perjalanan hidup Rasulullah SAW, para sahabat hingga tabi’ut tabi’in. Sangat berguna membangkitkan kembali nyala semangat berislam kaffah.
Ketujuh, membagikan ilmu tadi pada saudara, tetangga dan masyarakat secara umum. Kata lainnya adalah dakwah. Bulan ramadhan merupakan bulan dilipatgandakan pahala atas kebaikan yang kita lakukan, termasuk saat beramar ma’ruf nahyi munkar. Maka jika ada kesempatan untuk berbagi pada orang sekitar kita, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Bahkan jika itu disela-sela melakukan pekerjaan yang menggunung atau menyisipkannya di sela-sela aktivitas membeli makanan pembuka puasa. Tak ada yang tahu, kapan dan dimana Allah SWT akan membukakan hati orang-orang yang mendengarkan dakwah kita. Cukup lakukan saja maka Allah-lah yang akan menyempurnakan hasil melalui pertolongan-Nya. Yakin!
Kedelapan, memperbanyak doa, dzikir dan istighfar. Yah, maklumlah…namanya juga manusia yang jadi tempatnya salah dan khilaf. Maka wajar untuk memohon ampunan dalam kalimat istighfar, mengingat Allah dalam bait dzikir serta meminta segala yang diperlukan pada Sang Pemilik Segalanya, Allah SWT.
Masih banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan dalam rangka mewujudkan ketaqwaan dalam diri kita. I’tikaf di masjid atau umrah bagi yang mampu dan lain-lain. Apapun aktivitasnya, selama berbuah pahala…mengapa tidak?^_^

I just love the way you make me feel
Every time you come around you breathe life into my soul
And I promise that
I’ll try throughout the year
To keep your spirit alive
In my heart it never dies
Oh Ramadhan
(Masih Ramadhan by Maher Zein).

*Ditulis saat istirahat siang sambil mencari angin yang tak mau berhembus dari jendela kantorku. Semoga tulisan ini menjadi salah satu kebaikan yang dicatat pada bulan penuh rahmat ini…. Aamiin Ya Rabb….^^V

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s