Gado-Gado Syawalku

Ucapan-Selamat-Idul-Fitri-1434H-5Ramadhan telah berlalu, syawal pun datang.  Alhamdulillah, gegap gempita kemenangan terdengar di setiap penjuru dengan suara bedug bertalu-talu juga takbirnya yang meriah.  Tak kalah mercon dan kembang api yang dimainkan anak-anak di sekitar rumah menambah semarak suasana.  Syawal kali ini, begitu nikmat.  Senikmat gado-gado kisahku.

Bahan pertama :  hangatnya cinta keluarga.  Aku, Emak juga Ama duduk di balkon depan.  Ikut tertawa-tawa melihat seorang anak tetangga yang menangis karena kehabisan kembang api.  “Seperti kalian dulu waktu kecil…”, gumam Emakku pelan.

Ah, aku mengerti perasaan beliau saat melihat pemandangan itu.  Abangku tak bisa datang lebaran ini.  Cuaca seperti sekarang yang sering hujan membuat jalan dari tempat kerjanya semakin rusak.  Membawa istri dan duo krucilnya tentu beresiko.  Emak pasti merasa ada yang kurang.  Jadi dia mengganti kehadiran Abang dengan menceritakan bagaimana kami saat kecil dulu.  Ama sesekali menimpali, sementara aku tersenyum-senyum mendengarkan.

“Abangmu itu…meskipun anak laki-laki tapi dia ringan tangan membantu Emak!”, ujar beliau memulai.  “Pengertian dengan kesusahan orang tua jadi tak banyak permintaan.  Jarang mengeluh dengan tugas-tugasnya yang lebih berat dari kalian.  Harus membantu Emak sekaligus menjaga kalian yang bandelnya luar biasa!”.  Aku tersenyum, membenarkan dalam hati.  Begitulah sosok Abangku.  Dan kami merindukannya.  Hanya doa dalam munajat panjang kami, agar besok atau besoknya kami bisa berkumpul lagi.  Toh masih bisa mendengar suara mereka saat bicara di telfon.  Ributnya Beni dan Raka, kangeeen…^_^

Bahan kedua :  indahnya jalinan persahabatan.  Alhamdulillah, idul fitri kali ini tak hanya sms kata-kata maaf yang bertebaran masuk via handphone.  Allah mengganti ketidakhadiran Abangku dengan teman-temanku.  Hari pertama dan kedua kemaren, dari pagi hingga malam…rumah dipenuhi sahabat-sahabatku.  Adek-adek pengajian yang imut-imut datang menyerbu rumahku dengan “keributan” khas mereka, hehe….

Setelah menikmati suguhan Emakku, sempat-sempatnya mereka ngubek-ngubek buku di Cafe plus belanja jilbab segala.  Bikin parade busana kecil-kecilan pula!  Alamak…adek-adekku nih, tak bisa menahan tawa rasanya, hehe….  Ah, senengnya kumpul-kumpul bersama di hari seperti ini.  Apalagi ketika mulai merencanakan agenda pasca lebaran nanti.  Semangat mereka mengikuti kajian rutin di rumah tiap minggu membuatku terharu.  Semoga kita dikumpulkan Allah sebagai bagian dari orang-orang yang berilmu, sista!  Aamiin…^_^

Tak cukup mereka, ibu-ibu berikut pasukannya pun tak mau kalah.  Beberapa masih keluarga, sisanya ibu-ibu yang pernah kuiisi kajiannya.  Kebanyakan mereka lebih suka ngobrol dengan Emakku dan bertanya resep kue yang dimakan.  Sementara aku bermain dengan anak-anak mereka yang dengan senang hati membantu “merapikan” makanan, minuman, gelas atau piring hingga mainan keponakan yang ada di rumah.  Fiuhhh, luar biasa!

Bahkan seorang teman dari Aceh yang selama ini hanya selalu berencana datang akhirnya bisa benar-benar datang.  Alhamdulillah, semoga silah ukhuwah selalu terjalin dengan semuanya sampai nanti-nanti.

Bahan ketiga :  memberi pada yang membutuhkan.  Jika zakat fitrah memang kewajiban, sedekah menjadi salah satu amalan andalan saat ramadhan, maka di keluargaku ada satu hal lagi.  Mengumpulkan pakaian yang masih layak pakai lalu diberikan pada saudara-saudara yang membutuhkan.  Emak, sejak kecil selalu membenahi pakaian kami pada momen ini.  Mungkin sekalian bersih-bersih rumah menjelang lebaran.

Ya, lebaran yang identik dengan pakaian serba baru, ternyata tak semua orang merasakannya.  Masih banyak di luar sana…sesama kita yang jangankan membeli pakaian baru, sekedar memenuhi kebutuhan makannya pun kesulitan.  Banting tulang, peras keringat hingga kering pun masih kekurangan.

Mungkin sebagian kita menganggap…”Ah, mereka cuma kurang berusaha kok!”.  Ya kan?  Tapi jangan lupa, jika mereka bisa semudah kita mencari rizki, tentu mereka takkan kekurangan begitu.  Jika mereka kelaparan dan tak punya pakaian sementara tetangganya tak mau memberi, lantas kepada siapa lagi mereka meminta?  Kemana mereka mencari?  Sementara kita yang diberi sedikit kelebihan oleh Allah, jika pun harta kita berkurang karena berbagi dengan mereka namun setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah kepada kita.

Masih lebih mudah bagi kita.  Ya, masih lebih mudah bagi kita dibanding kakek-kakek tua penjual tempe yang berkeliling dengan sepeda ontelnya.  Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding pedagang asongan yang kadang sampai subuh berjualan di pangkalan bis.  Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding pengamen jalanan.  Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman dibanding para gelandangan.  Lebih mudah bagi kita!

Nah, inilah gado-gado syawalku.  Ada sepenggal rindu buat Abang nun jauh di sana, buncah bahagia merajut pelangi ukhuwah bersama sahabat, juga rasa miris melihat kehidupan masyarakat yang terus mengalami kemerosotan dari hari ke hari.  Persoalan moral maupun perut sama saja, tak kalah parahnya.  Jadi, tunjukkan kepedulian kita dengan berbagi.  Tak hanya terbatas harta kok!  Namun juga pemahaman!  Jadi ingat kata-kata favoritku…”Dakwah itu cinta”.  Ya…dakwah merupakan proses berbagi yang indah, baik bagi penerima maupun pemberi.  Ada janji syurga disana, insya Allah!

Bagaimanapun campur aduknya tulisan ini (namanya juga gado-gado), selamat idul fitri friends….  Mohon maaf lahir batin.  Semoga kedekatan kita pada Allah saat ramadhan kemaren berbekas di bulan-bulan selanjutnya dan berbuah ketaatan yang makin meningkat.  Aamiin….

Ini kisahku, apa kisahmu?  ^_^

4 thoughts on “Gado-Gado Syawalku

  1. rusydi hikmawan berkata:

    tiap syawal datang, selalu ada cerita, begitu juga sy, terlalu banyak untuk diurai di sini. mending ke blog sy aja baca2. (halah, ini maksa namanya, hehe). eniwei, mohon maaf ya, walau gak saling kenal, gak pernah ketemu, gak pernah berbuat salah secara langsung, menganggap diri lebih bersih itu pun bisa jadi salah. jadi saya minta maaf aja dulu

    • shabrinasiprincess berkata:

      Terimakasih sudah berkunjung di hari istimewa ini, jangan lupa sering-sering mampir ke sini… Insya Allah saya segera berkunjung ke blog agan saat sinyal sedang bersahabat. Selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin juga…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s