Nge-Blog bak Maraton

running“…Mengisi blog bukan seperti ikut lomba lari jarak pendek; melejit begitu bendera start dikibaskan untuk berhenti segera dalam tempo singkat.  Mengelola blog itu ibarat lari maraton, mungkin lebih jauh lagi.  Begitu mulai, kita tak perlu bergegas.  Atur kecepatan dan nafas, juga irama.  Perjalanan begitu panjang.  Kita tak perlu buru-buru berhenti.” (Ndoro Kakung)

Saat pertama kali memutuskan memiliki blog, sebuah wadah yang akan menampung ide, uneg-uneg, imajinasi, dll, betapa semangat itu bergejolak dalam dada.  Aku ingat, bagaimana dengan rela hati membuat kepalaku sakit cuma buat mempelajari sedikit dari bahasa pemprograman.  Lebih enam bulan bergumul dengan PHP dan kawan-kawannya karena aku berencana mendesign sendiri blog milikku.  Namun tentu, prosesnya tak berjalan mulus, hehe…^_^

Jadi, aku ikuti aja saran sahabat (yang mungkin udah bosan melihatku mengutak-atik dengan tampang semrawut), numpang di penyedia hosting gratis.  Mulai dengan menyeleksi satu per satu hingga akhirnya memutuskan ke wordpress ini.  Dari bongkar muat tampilan hingga memasukkan tulisan.  Aku sungguh menikmati prosesnya.

Namun setelah beberapa waktu, kebosanan pun melanda.  Suatu kali merasa tulisanku kurang berbobot lah, tak seindah milik tetangga lah, atau tak sebermanfaat sangkaanku selama ini.  Intinya, tak puas dengan produk sendiri sehingga urung melanjutkan postingan.  Di waktu lainnya, kesibukan sehari-hari telah menyedot habis energi sehingga menulis hanya bisa dilakukan sepintas lalu.  Hasilnya?  Masih merasa kurang memuaskan dan berujung pada gagalnya posting tulisan lagi.  Hhhh…jika dibiarkan, bisa-bisa blogku benar-benar tamat riwayatnya, hehe….>.<

Jadi, aku memutuskan membangkitkan lagi kenangan lama tentang mengapa aku memutuskan punya blog.  Sederhana :  sebuah keinginan untuk berbagi!  Ya, semata-mata ingin berbagi perjalanan berharga yang kulalui.  Perjalananku belajar banyak hal dari banyak orang, entah dari para Ustadzah yang membimbingku di kajian rutinnya, Ustadzku di pondok yang bersabar dengan santri leletnya, sahabat, tetangga dan kenalanku, dan masih banyak lainnya.

Tentu perjalananku masih panjang.  Mungkin ini saatnya aku mengatur kecepatan, nafas juga irama maratonku.  Friends, aku masih punya banyak cerita untuk dibagikan.  Harapanku masih sama, semoga kisah-kisahku ada hikmahnya buatmu…^_^

*Ditulis setelah membaca lagi Nge-Blog dengan Hati-nya Ndoro Kakung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s