Tips Menghindari Penipuan Berkedok Undian Berhadiah

art_92071Dalam dunia kapitalis seperti sekarang dimana masyarakat dimiskinkan secara tersistem, kontrol sosial yang longgar plus ketakwaan individu yang rendah maka wajar jika angka kejahatan terus meroket.  Saat negara, masyarakat maupun individu yang merupakan komponen penyangga masyarakat terjerat ide kapitalisme-sekulerisme yang merusakkan, tentu kita bisa melihat buahnya.  Apakah itu?  Salah satunya adalah dipenuhinya kebutuhan jasmani alias urusan perut dengan menghalalkan segala cara, tak peduli meskipun resikonya menjadi seorang kriminal.

Sarana kejahatan yang dilakukan pun makin beragam.  Perampokan bersenjata hingga penculikan anak telah biasa kita dengar, berikut kejahatan yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sebut aja maraknya penipuan via handphone yang sempat menjadi trend beberapa waktu lalu.  Dari mulai sms…”Ma, isikan pulsa dong.  Penting!!!”, sampe nagih biaya kontrakan pun seringkali dijadikan peluang penipuan. Ckck….

Menurut survei sementara, penipuan berkedok undian berhadiah ini mempunyai rekor tertinggi yang paling banyak memakan korban.  Meskipun sudah banyak korban-korban terdahulu, tapi karena kreativitas si pelaku kejahatan ini akhirnya masih banyak yang jatuh ke dalam jebakan mereka.  Fiuhhh…bikin gregetan nggak seh???

Makanya…supaya nggak menambah korban berikutnya, aku mencoba memberikan tips-tipsnya.  Pssstttt…asal tahu aja ya, tips ini kudapat dari hasil pengamatan terhadap korban kejahatan yang berada di sekitarku.  Jadi, dijamin ampuh!  Catet ya….^_^

  1. Buat kamu-kamu yang mendapat sms seperti ini…”Selamat, anda telah memenangkan undian gebyar ABC dari PT. Au Ah Gelap…”, peringatan pentingnya…jangan langsung asal seneng aja ya.  Coba deh kamu ingat-ingat lagi…beneran pernah mendaftarkan diri nggak dalam undian itu?  Lha…kalo nggak pernah daftar sebagai peserta undian tetapi tiba-tiba keluar sebagai pemenang undian, kamu wajib berhati-hati.  Peluang penipuannya sangat besar.  So…waspadalah, waspadalah!
  2. Lagi…jangan asal percaya aja waktu kamu dapat telfon dari manager PT. Au Ah Gelap (provider yang mungkin kita pake) di hari nggak ada angin dan hujan, tiba-tiba mengatakan…”Selamat siang, saya Manager Tuyul dari PT. Au Ah Gelap.  Nomor anda telah terdaftar sebagai pelanggan setia kami, maka anda berhak mendapat hadiah sebesar sembilan belas juta rupiah.  Kami berharap semoga uang yang dihadiahkan ini bermanfaat buat anda.  Bisa kami tahu nomor rekeningnya?”.  Kadang kita menganggap penipuan hanya via sms aja karena si penipu nggak berani unjuk suara.  Tapi penipu-penipu bernyali gede, mereka pede aja tuh mengobral kepiawaiannya mengelabui korban dengan iming-iming hadiah!  Jadi…coba tengok lagi nomor yang masuk di layar handphone-mu, apakah benar-benar nomor resmi provider yang kamu pake?  Jika tidak, nyalakan alarm bahayamu!  Telfon seperti ini pernah kualami saat masih berstatus mahasiswa dulu.  Iseng-iseng…aku mengikuti permainannya dengan memberikan nomor rekening mahasiswaku yang selalu kosong melompong, hehe….  Eh, ujung-ujungnya dia menanyakan berapa saldo terakhir dalam rekening itu!  Bukannya aneh?  Buat ngirim duit mah, nggak perlu tahu berapa saldo di rekening tetangga kan?  Apalagi kalo sampe minta akses PIN kartu ATM, nggak perlu kaleee….  Nah, perhatikan kelogisan hal-hal kecil begini.  Jangan sampe karena tergiur jumlah nominal sebagaimana yang disebutkan si penelpon lalu kita lupa.  Keep logic, friends!  Oke?
  3. Jika tiba-tiba ke alamatmu dikirimkan surat pemberitahuan dan bukti bahwa kamu memenangkan undian berhadiah rumah mewah dari PT. Au Ah Gelap, jangan langsung merasa dunia milikmu sendiri.  Tarik nafas dalam-dalam lalu jernihkan cara berfikirmu.  Oke, jika sudah…mulailah dengan tabayun alias melakukan konfirmasi terhadap pemberitahuan ini kepada pihak yang bersangkutan via kantor resmi atau perwakilan yang ditunjuknya.  Kenapa?  Karena penipu bisa berasal dari kalangan mana aja.  Bisa jadi…dari kalangan karyawan yang punya akses informasi yang rinci sehingga kelogisan kita pun tak berarti.  Bayangkan…pemberitahuan resmi bo!  Nggak mungkin nipu kan?  Itu sih pikiran kita!  Nggak ada salahnya kamu lakukan cek dan ricek, biar nggak menyesal nanti-nanti.  Setuju?  Jadi ingat tokoh Han Ji Eun di drama Full House yang ditipu pegawai bank dan notabene adalah temennya sendiri itu.  “Idih…Brina ngajarin paranoid ya?”, mungkin ada diantara kamu yang mencibir dengan pernyataan ini.  Tapi aku bener-bener cuma pengen kita hati-hati menghadapi dunia yang makin kelam ini.  Maklumlah, dalam sistem kapitalis ini tak ada yang tak mungkin terjadi.  Pengalaman kerabatku yang ditipu ratusan juta rupiah oleh staf kepercayaan di kantor menyadarkanku fenomena mengerikan ini.  Percaya boleh, tapi tak ada salahnya kamu cek ulang kebenarannya.  Nggak ada ruginya kok!
  4. Dan jika tiba-tiba kamu dicegat flower boy alias para pemuda berwajah tampan lalu mengatakan…”Jeng…jeng…selamat mbak, anda mendapat kesempatan memenangkan undian yang kami adakan.  Caranya gampang…cukup memilih beberapa hadiah yang mbak inginkan lalu jika ternyata yang keluar adalah hadiah yang mbak pilih tadi, maka mbak harus membelinya.  Tentu…dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasaran”, dan ting…sebentuk senyuman menyilaukan mata dihadiahkan hanya untukmu?  Stop!!!  Segera tundukkan pandangan dan kembalikan rasionalitas berfikirmu!  Kadang kala melihat harganya yang sangat-sangat miring akhirnya kita tergiur.  Ditambah senyum menawan dari para flower boy tadi, makin bikin enggan hati buat menolak.  Ya kan?  Tapi gampangnya, coba deh kamu pikir lagi…hadiah yang kamu inginkan, belum tentu kamu perlukan.  Betul?  Biasanya sih, barang-barang ini tiruan dari produk-produk mahal yang ditawarkan homeshoping gitu, ditambah beberapa produk asli merk tertentu yang udah dikenal luas namun kadaluarsa alias barang cuci gudang.  Penipuan dengan modus ini mungkin akan dengan mudah mereka katakan sebagai teknik marketing.  Tapi bagiku ini tak lebih sebagai penipuan terselubung.  Bayangin aja, kalo kita berani mengiyakan lalu mencoblos hadiah mengikuti mekanisme mereka tetapi akhirnya memutuskan tak mengambilnya maka mereka akan menuntut kita.  Logis nggak sih undian yang beginian?  Bosku pernah mengalami kejadian ini.  Nggak nyangka euyyy…yang sesangar beliau aja bisa tertipu!  Udah pake terlanjur nitip tiga ratus ribu rupiah pula sebagai uang muka dan…tak bisa diambil kembali!  Ih, jual beli macam apa itu?  So, beranilah berkata “tidak” pada undian berhadiah jenis ini.  Terkadang sikap tegas bisa menyelamatkan kita dibanding bermanis kata namun akhirnya terjebak rayuan penipu!  Siap?
  5. Yang paling baru…kalo kamu mendapat sms dari nomor tak dikenal dengan mengatasnamakan provider yang kamu pake :  “Selamat…anda memenangkan undian gebyar ABC berhadiah kijang innova.  Pin anda 1234F55.  Info lebih lanjut hubungi 08XXXXXXXXXX atau lihat www.guebo’onginloekalee.com, jangan langsung pencet menghubungi nomor yang tertera disana atau membuka situs yang ditautkan.  Kasus yang ini marak terjadi akhir-akhir ini.  Biasanya karena korban langsung mengklik alamat website yang ditautkannya itu makanya jadi tertipu.  Website yang didesign semanis aslinya, tambah benar-benar memuat pin sebagaimana yang tertera di sms membuat korban lupa.  Itu website palsu kaleee….  Buat kamu yang pake smartphone, buka baru deh via opera mini-mu untuk melihat alamat tadi.  Ada nggak?  Kalo nggak ada, berarti penipuan!  Kalo ada, harus kamu pastikan lagi keasliannya.  Tanya lah dulu sama Mbah Google…”Mbah, situs resmi providerku opo tho?”, dan si Mbah pasti dengan senang hati memberi jawaban.

Sebenarnya masih banyak macam kasus dengan modus operandi ini.  Di beberapa media yang kubaca, bahkan ada produk di televisi yang sedang iklan berhadiah mobil, dicatut oleh para penipu terorganisir ini.  Kupon dimasukkan dalam kemasan produk, berhologram asli pula.  “Alamak jam…mana mungkin lah ini penipuan?”, begitu pikir para korban!  Tapi nyatanya juga penipuan.  Fiuhhh….

Usahakan jangan terburu-buru mengambil keputusan dengan langsung menghubungi nomor yang diminta.  Terlebih jika dimulai dengan mekanisme mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang ia sebutkan dan mengatasnamakan prosedur pengiriman barang, pembuatan STNK, BPKB, balik nama sertifikat tanah, dll.  Logikanya, jika dia dari PT. Au Ah Gelap yang asli…rekening perusahaan lah yang digunakan, bukan rekening pribadi!  Lagian biasanya ya…hadiah itu, diterima tanpa pajak kalee.  Kita terima bersih!  Kalo pun ada pernyataan bahwa pajak ditanggung pemenang, kamu bilang aja seperti kata Amaku yang ditelfon seorang penipu dan meminta dikirimi uang untuk biaya bla bla pengiriman hadiah,  dll…”Ya udah, mobilnya antarkan dulu ke rumah.  Ntar saya bayar kalau udah sampe.  Oke?”, dan beliau pun menutup handphone-nya dengan anggun.  Gile…keren ya Amaku?  Hehe…^_^V

Lagian kamu nggak boleh lupa bagian publikasinya.  Bukankah pihak perusahaan mengadakan undian itu buat menambah kuota penjualan produk plus meningkatkan citra dagangannya?  So, kegiatan yang beginian pasti dipublikasikan luas.  Kalo diam-diaman aja, kamu justru wajib curiga!

Jadi…saranku buat kamu yang mendapat telfon, sms, email, surat maupun bertemu langsung dengan pelaku bertampang flower boy…berhati-hatilah!  Teorinya sih…hidupkan logikamu dan tabayun alias cek kebenarannya melalui kantor resmi atau perwakilan resmi yang ditunjuk pihak yang mengklaim mengadakan undian berhadiah.  Yang terpenting…selalu waspada!

Dan di atas segalanya…jangan lupa berdoa sama Allah, mohon perlindungan dari segala kejahatan yang terjadi di muka bumi ini.  Juga jangan lupa taqarrub ilallah-nya ditingkatkan, insya Allah dijauhkan dari penipu!

*Ditulis setelah untuk kesekian kalinya orang di sekitarku menjadi korban kejahatan ini.  Ckck…

6 thoughts on “Tips Menghindari Penipuan Berkedok Undian Berhadiah

  1. Esih Suarsih berkata:

    Iya hati2 saya juga 2 hari yg lalu kena tipu berkedok undian tapi sekarang yg dipakai untuk calon yg ditipu bukan flower boy tapi mbak2 kecil yg minta dikasihani agar diangkat jadi pegawai tetap oleh perusahaan tsb(pt MJA) yg sudah magang selama 4 bulan , dan yg menjadi bos dikantor itupun seorang wanita juga sebagai pelaksana dalam melakukan aksi penipuan dengan gaya merayu calon korban dengan teganya melakukan hal tersebut pada orang yg sudah pensiun dan hanya ingin membantu anak kecil yg justru diajarin menipu

    • shabrina berkata:

      Iya mba, sekarang modus kejahatan makin beragam. Maklumlah, hidup zaman sekarang tambah susah. Jadi banyak orang yang mengambil jalan pintas dan menghalalkan berbagai cara demi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Berburuk sangka memang nggak boleh ya…tapi kita tetep kudu waspada… ^_*

  2. Astri Maharini berkata:

    Td siang saya hampir terpengaruh dg mbak2 pake krudung dandan cantix yg nawari undian atas nama PT. MJa di dpn bank BCA A. Dahlan Yogyakarta, modus nya sama persis dg yg disampaikan ibu esih, membantu biar bs diangkat pegawai tetap klu seumpama saya dpt undian 20jt dy bisa dpt beasiswa,, sempat kasihan tp alhmdlh masih ttp blm percaya koq gampang bgt dpt hadiah tanpa upeti ke perusahaan….

    • shabrina berkata:

      Iya, mbak. Kadang ya gitu, penipu memanfaatkan sisi kemanusiaan kita. Aku sih khawatirnya, kejadian-kejadian gini malah bikin kita jadi pragmatis. Gara-gara keseringin dimodusin, eh…giliran ada yang minta bantuan karena memang bener perlu, jadinya kita malah nggak bisa bedain lagi dia jujur ato nggak. Malah jadi dilema…T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s