Semangkuk Sup Rusa dan Six Suspects

Suatu hari, saat sebuah agenda kerja berjalan tak sesuai rencana….  Saat target-target yang disusun tak tercapai sebagaimana mestinya, saat merasa buntu dengan usaha yang tak kunjung membuahkan hasil nyata.  Saat…ya, saat dimana rasa lelah demikian erat menyapa.  Bahkan menarik nafas pun begitu berat terasa…apa yang akan kau lakukan?

Menangis?  Berteriak keras-keras?  Menulis?  Jalan-jalan?  Hmmm…yang satu ini mungkin bisa dicoba.  Tertarik?  Baiklah…mulai saja dengan menarik nafas dalam-dalam…lalu, ayunkan langkahmu menuju dapur dan memasaklah!

Sup daging rusa1 favoritku…bisa kamu coba!  Siapkan daging rusa secukupnya, bumbu-bumbu untuk membuat sup daging dan peralatannya.  Lalu mulailah….  Bagi sebagian orang, kegiatan memasak mungkin adalah hal biasa.  Tapi bagi anak kost yang tinggal sendiri, memasak kadang tak praktis dan terlalu banyak membuang sumberdaya, hehe….  Namun, sekali-kali seperti ini bukankah cukup untuk mengalihkan kepenatan sejenak?

Nah, ini dia resepnya….

Bahan utama : Daging rusa ¼ kg untuk dua porsi, dipotong dadu sebesar ibu jari (sengaja kecil-kecil, biar cepat matang dan mudah makannya, hehe…).  Tak lupa pelengkap sayuran berupa wortel dan jamur kuping yang telah dipotong-potong secukupnya.
Bumbu : 5 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih yang telah dihaluskan, merica bubuk, gula, garam, cengkeh dan kayu manis.  Daun bawang sebagai pelengkap boleh juga….^_^

Khusus untuk bumbu, kamu boleh modifikasi sesuai selera.  Karena aku tak terlalu suka masakan padat bumbu, jadi aku memilih yang sederhana saja.  Rasa merica dan bawang putih lebih mendominasi, hehe….  Bagi yang tak suka bawang putih, bisa dikurangi jumlahnya ya?

Dan tentu saja yang paling penting…hindari MSG.  Bahayanya buat kesehatan kan sudah teruji dan terbukti, jadi tak perlulah kita nekad tetap mengkonsumsinya.  Seperti emakku saja lebih baik, mengganti MSG dengan daun-daunan bumbu yang membuat masakan tak kalah sedap, hmmm….^_^

Selain itu, daging rusa yang akan dimasak sebaiknya dilumuri daun pepaya yang sudah diremas terlebih dahulu.  Kandungan papain yang terdapat pada daun pepaya akan membantu membuat daging lebih cepat lembut.  Tapi jangan terlalu lama, apalagi jika dipotongnya sudah kecil-kecil begitu.  Nanti dagingnya malah hancur! Jadi benar-benar hanya dilumuri sebentar, langsung cuci bersih.  Insya Allah, akan membantu menghindari daging emut (itu…istilah untuk daging yang super alot saat digigit, alias cuma bisa di emut doang dalam mulut, hehe…).

Cara memasaknya?  Didihkan air dalam panci kecil secukupnya, masukkan daging rusa, berikut bumbunya beberapa saat kemudian.  Biasanya proses merebus ini yang agak lama demi mendapatkan rasa kaldu dagingnya keluar sempurna.  Jika dirasa telah cukup, masukkan wortel dan jamur kuping ke dalamnya.  Angkat dan taburi daun bawang di atasnya.  Hmmm…wangi!  Mudah kan?  Ya iyalah, jika kamu dapat resep masakan dari chef professional pasti tak akan seaneh ini kemudahannya, hehe….^_^

Yang pasti, kegiatan ini boleh jadi alternatif pengobat kebuntuan sekaligus mengingatkan tentang resep masakan di rumah.  Bisa juga jadi salah satu momen untuk menikmati eksperimen masakan sesuai selera pribadi (seperti pada kasusku).  Sajikan dalam mangkuk kaca dan siap dinikmati saat masih hangat.  Berteman dengan six suspects2 dan nasyid yang dilantunkan Maher Zain, dijamin maknyusss!

Yah, setiap orang kan punya cara tersendiri untuk melepas lelah.  Yang kusebutkan ini hanya satu alternatif saja.  Tinggalkan segala kepenatan sementara waktu…dan ayo, kita mulai mengungkap fakta, menganalisis peristiwa dan berburu sang pembunuh bersama Vikas Swarup3….^_^

___

1

Kebenaran Apa Adanya

–          Kolom Arum Advani, 25 Maret       –

Enam Senjata dan Satu Pembunuhan

Tak semua kematian setara.  Dalam kematian pun ada sistem kasta.  Penarik becak miskin yang ditikam sampai mati tidak lebih dari statistik, terkubur di halaman-halaman Koran.  Namun, pembunuhan seorang selebriti seketika menjadi berita utama.  Karena orang-orang yang kaya dan terkenal jarang dibunuh.  Mereka menjalani kehidupan bintang lima dan, kecuali mereka overdosis kokain atau mengalami kecelakaan ganjil, umumnya meninggal dalam kematian bintang lima ketika mereka sudah ubanan, setelah memiliki banyak keturunan dan harta benda.

Itulah sebabnya pembunuhan Vivek “Vicky” Rai, pria tiga puluh dua tahun pemilik Rai Group of Industries dan putra Menteri Dalam Negeri Uttar Pradesh, mendominasi berita selama dua hari terakhir.

Dalam karier panjang saya yang pasang surut sebagai jurnalis investigatif, saya telah membongkar banyak hal, mulai dari korupsi di posisi tinggi hingga pestisida di dalam botol kola.  Rahasia yang saya ungkap telah menjatuhkan sejumlah pemerintahan dan menutup beberapa perusahaan multinasional.  Dalam prosesnya saya menyaksikan keserakahan, kedengkian dan amoralitas manusia dari jarak dekat.  Namun tak ada yang membuat saya lebih jijik daripada cerita Vicky Rai….

—–

Sampai disini…kamu penasaran?  Apanya?  Bereksperimen di dapur dengan sup rusa ala diriku tadi…atau six suspects-nya?  Well, apapun itu menurutku selama positif tak ada salahnya buat dicoba, hehe….^_^V

Catatan :

1Jika sulit mendapatkan daging rusa, bisa diganti daging sapi.  Tapi…tentu beda citarasa.  Daging rusa terasa lebih manis meskipun strukturnya lebih keras, tak terlalu berlemak seperti daging sapi dan aromanya khas.  Bumbunya mengikuti selera masing-masing lah…^_^

2Six Suspects, merupakan buku kedua yang ditulis oleh Vikas Swarup.  Buku pertamanya Q & A (Question and Answer) telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan diangkat ke layar lebar dengan judul Slumdog Millionaire.  Sudah nonton kan?  Ayo…ngaku!!!

3Vikas Swarup, penulis asal Allahabad (India), juga seorang diplomat yang aktif menulis untuk majalah Time, The Guardian, The Telegraph (Inggris), Outlook (India) dan Liberation (Prancis).

3 thoughts on “Semangkuk Sup Rusa dan Six Suspects

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s