WONDERFULL DAY

Jika ribuan kata bahkan tak mampu mewakili berbagai perasaan yang mengharu biru dalam hati seperti hari yang kualami hari ini, maka aku hanya akan menggambarkannya dengan “wonderfull day”.  Ada kejutan-kejutan dengan berbagai rasa!  Kejutan-kejutan manis yang bahkan tak pernah terbayangkan olehku.  Bertemu dengan teman baru yang menyenangkan, mengikuti acara luar biasa dan ditutup dengan pertemuan tak sengaja dengan sahabat lama.

It’s really amazing!!!  Ungkapan ini bukan hanya aku yang merasakannya.  Sahabatku Nayli yang bergabung dengan petualanganku hari ini pun tak kalah takjub.  Betapa banyak pelajaran yang kami dapat dari berbagai kejadian hari ini.  Betapa kami berdua tak bisa lagi menafikkan nikmat-nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan hari ini.  Hanya mata yang berkaca-kaca, bibir yang tersenyum bahagia dan sepatah kata Subhanallah saja yang bisa kami lafadzkan berulang-ulang.

Indahnya pertemuan dengan banyak orang di setiap scene hari itu adalah bagian terbaik hari ini.  Dari pagi hingga sore, sungguh penuh kejutan!  Bertemu dengan orang baru yang ditunggu (karena telat datang dan bilang…”tunggu ya, 15 menit lg”, hehe…^_^V).

Lalu bertemu orang baru yang masih muda, ceria dan penuh semangat, sepertinya ikut menularkan energinya pada kami.  Ada pula ilmu yang ditimba senikmat makan cokelat dari sosok yang namanya sudah kukenal sejak masa kanak-kanak, sungguh  mengasyikkan! Dan tak lupa juga diselingi belanja buku yang sudah lama masuk dalam daftar tunggu, Subhanallah, it’s like dream come true lah, hehe….^_^

Namun itu belum apa-apa dibandingkan kejadian berikutnya, pertemuanku dengan sahabat lama yang tak mampu ditemui selama bertahun-tahun.  Memang sudah diagendakan untuk menyempatkan diri menjenguknya sebelum kembali.  Namun betapa Allah SWT kemudian menunjukkan kuasa-Nya.  Kami dipertemukan tanpa sengaja saat gerimis turun membasahi tanah Banjarbaru, di sebuah kedai es kelapa pula!

Aku dan Nayli singgah karena kehausan.  Setelah seharian bertualang, kami berdua memutuskan singgah sebentar dalam perjalanan pulang di kedai es kelapa depan kompleks perumahan kost-ku dulu.  Biasa…dulu langganan waktu masih mahasiswa, sekarang masih suka kangen minum disana.  Sementara sahabatku itu singgah untuk menghindari gerimis.

Aku yang saat itu sedang asyik bicara di telepon sambil menikmati es kelapa mudaku, tak bisa bicara saat melihatnya.  Jilbab hitam dan kerudung merahnya yang lebar membuatku terpana.  Allahu Rabbi…betapa Allah swt Maha segalanya.  Saat hati demikian siap bertemu, saat waktu demikian singkat menunggu dan jadwal padat yang memburu…Allah SWT mempertemukan kami dengan cara yang unik.  Subhanallah…luar biasa!

Nayli yang masih belum sadar bingung melihatku tersenyum-senyum tak jelas dan bergumam…”lihat, kita ketemu siapa disini?”.   Dan begitu saja, dia memelukku yang terduduk di bangku dengan bibir kelu.  Dan dia menangis dipelukanku.  Aku sungguh tak punya ide untuk mengatakan apapun saat itu.  Hanya bisa membalas erat pelukannya dan menahan air mata yang hampir luruh saja.  Aku dan dia benar-benar perlu bertemu.  Hanya itu yang kutahu.

Selebihnya aku serahkan pada Allah SWT saja.  Suatu saat di suatu peristiwa, saat hati kami dipertemukan dalam suasana tak terduga begini maka hanya syukur tak terhingga lah yang menghiasi hati dan lisan.  Betapa Allah SWT Maha berkuasa mempertemukan kami dalam sebuah gerimis di kedai es kelapa.

Tak ada janji bertemu, tak diagendakan bertemu hari itu, tak ada yang memberikan instruksi atau petunjuk khusus tentang pertemuan itu.  Namun kami bertemu!  Sebuah kebetulan yang sederhana:  pertemuan antara aku dan Nayli yang kehausan dan upayanya menghindari gerimis.  Kami berjodoh untuk bertemu hari itu.  Subhanallah…tidakkah menurutmu Allah mengatur pertemuan yang sempurna bagi kami???

Dibandingkan perjalanan-perjalanan yang lalu, ini adalah perjalanan paling singkat.  Hanya empat hari saja, namun justru dalam perjalanan tersingkat inilah segala target yang sudah disusun di rumah hampir tertunaikan semua.  Alhamdulillah ya…”sesuatu” banget, hehe…^_^V

After all, setiap scene pertemuan hari ini adalah nikmat yang kami syukuri.  Allah SWT benar-benar akan memberikan sesuatu di saat  yang tepat dan tempat yang tepat pula!  Setelah ujian panjang yang terbentang maka inilah jawaban-Nya.  Pertanyaan kapan bisa bertemu, bicara dari hati ke hati dan sebagainya terjawab sudah!  Dan Allah SWT yang menjawabkannya untuk kami saat itu.

Pertemuan-pertemuan hari ini ibarat rezeki yang menghampiri tanpa diduga lewat mana datangnya.  Hanya tiba-tiba saja pintu itu terbuka lalu…jeng jeng…bertemulah kami pada akhirnya!  Intinya sih cuma itu, namun jika ditelisik lebih dalam lagi terkait rezeki tak terduga ini maka akan ada banyak kisah lanjutannya.

Kadang sebagai manusia kita lupa berbaik sangka dengan segala yang sudah Allah SWT tetapkan untuk kita.  Jiwa yang resah, versi anak muda=galau…^_^V, akibat berbagai peristiwa yang menimpa diri kita membuat sulit menahan keluhan dari kegetiran yang bahkan datang bertubi-tubi.  Namun sekali lagi, aku dan Nayli hari ini diingatkan bahwa itu hanyalah sebuah ujian sebagai hamba Allah yang ingin meraih keridhaan-Nya dalam hidup.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.  Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (TQS. Al-Baqarah: 155).

Kadang juga kita lupa bahwa kebaikan versi kita berbeda dengan kebaikan versi Allah SWT.  Ujian-ujian yang datang terkadang bukanlah sebuah keburukan, namun justru menjadikan kita lebih kuat dan sabar.

Allah SWT mungkin merajutkan pola-pola indah berupa bunga berwarna-warni dengan kupu-kupu cantik yang beterbangan di sekitarnya.  Namun kita belum melihatnya.  Mungkin pola itu belum selesai seperti ujian yang belum kita selesaikan.  Mungkin pula kita melihatnya dari bawah sehingga yang terlihat adalah kekacauan, tak jelas apa yang sebenarnya dirajut dalam kain kehidupan kita.  Namun Allah SWT sebagai Sang Pemilik pastilah mempunyai rencana yang lebih baik dari rencana seorang makhluk.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (TQS. Al-Baqarah : 216).

Semoga dengan bersabar menghadapinya maka kita akan melihat kebaikan dari berbagai ujian yang sudah lewat.  Mungkin seperti pelangi yang muncul setelah hujan?  Mungkin pula seperti yang dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud, “orang yang banyak bersabar akan memperoleh yang terbaik”.

Pulang dari kedai es kelapa muda, aku dan Nayli tak habis berujar…betapa indahnya hari ini.  Jika ada tujuh keajaiban dunia, maka hari ini harus dimasukkan dalam sejarah keajaiban dunia itu.  Dunia kami berdua tentunya, hehe…^_^V

Tak ada yang bisa kami katakan selain saling memandang dengan mata berkaca-kaca dan bibir tersenyum sambil menggumamkan puja-puji syukur kepada-Nya atas berbagai nikmat yang diberikan-Nya hari ini.

“Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. Ar Rahman : 13).

Hanya dalam waktu singkat kami diberikan demikian banyak pelajaran.  Terkadang tiap masalah yang dihadapi tak harus dipaksakan dengan solusi manusiawi yang penuh dengan keterbatasan.  Mungkin yang dibutuhkan adalah kerendahan hati dan ikhtiar langit di hening malam.  Kadang Allah SWT mendidik dengan cara-cara unik yang mungkin sulit dijangkau akal dan pikiran kita, sebab yang dibutuhkan hanya berbaik sangka pada-Nya dalam balutan ikhlas.

It’s really wonderfull day, Alhamdulillah….^_^

Dalam sebuah perjalanan…Banjarbaru-Pangkalan Bun,

Nice to meet you, sist!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s