apa ada

LAKI-LAKI DALAM KELUARGAKU

Ada tiga laki-laki penting dalam hidupku!  Mereka layaknya pelangi yang memberi pendar warna pada hari-hari milikku.  Tak selalu cerah memang, kadang suram pun tak terelakkan.  Namun apapun warnanya, mereka tetap bagian terindah dari segala yang kumiliki.

Jadi, siapakah mereka?  Pertama…tentu saja Amaku!  Sama halnya seperti anak-anak perempuan lain, aku pun selalu menganggap Ama (Ayah) laki-laki nomor satu yang kucintai.  Seseorang yang begitu mencintai kami dengan segala yang beliau bisa.  Dan selalu paling pengertian dari laki-laki manapun yang kukenal di dunia ini!  Hedeh, kalian pasti menganggapnya lebai.com, hehe….

Tapi begitulah, tak ada yang menyaingi bagaimana beliau mencintai keluarganya.  Saat laki-laki lain tak mau membantu pekerjaan rumah tangga istrinya, beliau tak pernah segan membantu Emakku.  Mencuci piring saat Emakku sibuk dengan masakannya, mereka akan ada di dapur bersama.  Membantu mengambilkan bumbu untuk Emak, mereka akan berbincang banyak hal.  Saling mengolok satu sama lain, sedikit bertengkar lalu tertawa bersama.  Bagiku, itu pemandangan indah yang selalu kurindukan saat aku jauh dari mereka.

Lalu saat Emakku sakit, beliau takkan ragu mengambil alih cucian yang menggunung.  Bahkan memijit kepala Emakku sambil menghiburnya.  Jika Emak marah, beliau takkan balas marah.  Beliau membiarkan sampai semua kemarahan Emakku lenyap, baru menanggapinya.  Apa kata beliau padaku saat kutanya, “kenapa Ama membiarkan saja Emak ngomelin kita?”.

“Emakmu sudah capek seharian mengurus rumah, mengurus Ama, kamu dan saudara-saudaramu.  Jadi biarkan saja dia mengeluarkan kekesalannya sebentar.  Nanti Emak juga akan berhenti sendiri dan minta maaf dengan memasakkan makanan terenak buat kita!”, jawab beliau.  Amaku, selalu melakukan yang terbaik untuk mencintai Emakku!

Membesarkan aku dan saudara-saudaraku dengan kebanggaan, tak bergantung pada keluarga kaya yang mengabaikannya karena menikahi Emakku, tak hidup dengan caranya yang biasa…beliau berjuang menafkahi anak dan istri dengan kemampuannya sendiri.  Itu hal tersulit beliau tapi hingga keadaan kami stabil, beliau bahkan tak berubah!

Aku tak mengatakan beliau sosok yang sempurna.  Karena terbiasa hidup nyaman, Amaku tak terlalu cekatan mengerjakan pekerjaan berat.  Emakku dalam hal ini lebih ahli, hehe….  Saat kami memagari kebun, Emak dengan sigap menebang pohon.  Sementara Ama ditugasi menebas rumput.  Bukannya Ama tak mau menebang, tapi Emak kasihan pada Ama.  Jika dipaksakan menebang pohon hanya ada dua kemungkinan, pertama selepas menebang Ama sakit dan yang kedua Ama akan mengerjakannya sangat-sangat lambat dan tetap sakit pada akhirnya.  Nah, Emakku tak menyukai dua-duanya.  Aku pun begitu, maka lebih baik kami yang turun tangan, hehe….

Jika Emak tumbuh di ladang dan hutan, Ama yang dari keluarga pedagang tumbuh didalam toko dan menghitung pendapatan.  Masa lalu berbeda tak membuat keduanya menyerah.  Ama, dengan segala yang beliau bisa, selalu mencoba yang terbaik.  Amaku, memang bukan sosok sempurna.  Hanya saja, cara beliau mencintai kami dengan segala kekurangannya membuat kami bahagia.  Ama…beliau adalah laki-laki terbaik dalam hidupku!

Yang kedua adalah Abangku!  Mungkin karena lebih tua lima tahun dariku, jadi dia selalu mengalah pada adik perempuan satu-satunya ini.  Jika aku dimarahi karena belum mengerjakan tugas dari Emak, dia diam-diam akan membantuku.  Tugas ngepel lantai tertinggal, Emak sudah mulai ngomel.  Aku mengambil kain pel dengan menahan air mata dan mulai bekerja, eh…Abangku akan ikut mengambil kain pel lain dan membantuku supaya cepat selesai.  Aku…akan menangis dulu melihatnya, baru bilang terimakasih karena membantuku tanpa kuminta.

Aku ingin apa, dia selalu jadi yang pertama mengabulkannya.   Like father like son lah, dia begitu mirip Ama.  Bedanya dia terampil mengerjakan pekerjaan berat.

Yah, kehidupan kami kan tak sama dengan Ama.  Tentu kami lebih terampil, bahkan aku sebagai anak perempuan.  Ama mendidik kami agar tak seperti beliau saat muda.  Maka kami selalu dicekoki berbagai keterampilan dasar versi beliau.  Aku sendiri bahkan harus belajar memasang busi motor bersama Abangku, supaya mandiri, hehe….

Dan Abangku, selalu muncul bak super hero yang menjaga dan melindungi adik-adiknya.  Yah, meskipun ada juga saat-saat aku kesal padanya.  Sifatnya yang selalu membantu tanpa diminta terkadang menyebalkan juga.  Membantu membaca diary-ku diam-diam, membantu menyortir surat cinta untukku juga diam-diam, ckckck….  Nih Abang, kadang over protecting terhadapku!  Tapi biar bagaimanapun, aku menghargai cintanya padaku dengan kepeduliannya.  Saat sudah terpisah sekarang (dia sudah merit dan tinggal di kabupaten lain), aku tetap rindu perhatiannya yang usil, hehe….  Abang, laki-laki terbaik kedua dalam hidupku!

Nah, yang ketiga siapa lagi kalo bukan my heartbreaker brother, adik laki-lakiku yang paling menyebalkan di dunia, duniaku maksudnya, hehe….  Ni Adik bener-bener bikin pusing orang satu rumah.  Sampe terkenal dikalangan tetangga gini…aku dan Abang tak ada bakat bandel, eh…ternyata semuanya diborong ma Adikku!  Parah banget kan?  Hehe….

Maklum lah, anak bungsu.  Karena semua memanjakannya jadi kerjaannya nyari perhatian melulu!  Ada-ada aja kelakuannya yang bikin Emak naik darah, Ama ngomel, Abang geleng-geleng kepala dan aku menangis!  Dari A – Z, dia nggak habis ide bikin kami sport jantung.  Memiliki satu Adik seperti ini harus punya kesabaran ekstra.  Kalo nggak bisa-bisa beneran “sutrisno hadi kusumo” alias stress!

Emak pernah dipanggil kepala sekolah gara-gara dia tiga kali telat datang ke sekolah.  Sekolahnya emang agak jauh, dia masuk SMK jurusan teknik.  Pas satpam mengunci pintu, dia melompati pagar.  Dimarahi karena telat, dia dengan santainya bilang…”satpamnya aja yang terlalu cepat nutup pagar, jadi aku cuma nyari jalan lain!”.  Gimana Emak nggak naik darah coba???

Ama juga tak kurang ngomel.  Gara-gara hobinya memodifikasi motor, Ama pusing tujuh keliling.  Bentar ganti ini, bentar ganti itu.  Akhirnya kami yang nggak ikutan juga kena omelan!  Apalagi yang berani kasih duit buat nyalurkan hobinya itu.  Hedeh, jangan sampe ketahuan deh!  Bisa-bisa omelannya lebih panjang daripada yang bersalah alias si Adik!

Abang, karena pembawaannya yang kalem…hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya yang satu itu.  Kalo dinasehatin selalu ngeles, macam-macam alasannya!  Jadi ditemenin aja biar nggak tambah parah, katanya.

Maka aku mencoba menjadi temannya.  Kedekatannya denganku, membuatnya lebih mendengar kata-kataku dibanding anggota keluarga lain.  Saat Ama dan Emak sibuk, Abang terlalu jauh jaraknya…dia ngintil kemanapun aku pergi dari kecil.  Jika hubunganku dengan abang penuh kedamaian, maka hubunganku dengan adikku selalu rusuh, hehe….  Tak ada yang paling sering berkelahi lalu berdamai selain kami berdua.  Abangku sudah bosan memisahkan jika kami mulai berperang.  Dia malah menikmatinya sebagai tontonan menarik!

Saat aku akan berangkat kuliah, dia merengek sama Emak dan Ama supaya diizinkan ikut ke Banjarbaru.  Waktu itu dia masih kelas satu es em pe, hehe….  Bayangin anak cowok es em pe nggak mo pisah ma kakaknya, padahal pas ngumpul di rumah kerjaannya berantem…aja!  Emang membingungkan!

Saat dia kuliah dan tinggal denganku di Banjarbaru, dia tak juga kapok bikin ulah.  Aku dipanggil Pak RT dan ditegur para tetangga gara-gara knalpot motornya yang memekakkan telinga!  Bayangin aja, dia pulang tengah malam di kompleks perumahan yang damai dengan suara bazooka.  Apa yang terjadi?  Aku pun jadi sasaran massa, ckckck…T_T

Tapi lucunya…Adikku ini, meskipun lima tahun lebih muda dariku, sejak kecil sudah jadi pelindungku, hehe….  Mungkin tak mau kalah dengan Abang yang selalu melindungi kami, dia pun sebagai anak laki-laki selalu ditanamkan rasa tanggung jawab melindungi kakak perempuannya.

Terlepas dari ulahnya yang bikin kami patah hati, Adikku adalah laki-laki terbaik ketiga dalam hidupku.  Dia sahabat terbaik sekaligus musuh bebuyutanku, hehe….  Tanpanya, duniaku sepi.  Tanpanya, dunia Emak, Ama juga Abang tak seberwarna sekarang.  Tanpanya, takkan lengkap kebahagiaan keluargaku!

Nah, inilah profil laki-laki dalam keluargaku.  Tak sempurna tapi aku mencintai mereka dengan segala kekurangannya.

Ketiganya begitu mirip dalam satu hal…keikhlasannya mencintai keluarga!  Amaku pernah kejeduk gara-gara membuatkan susu untukku.  Waktu itu tengah malam, Emakku yang lelah tak terjaga sementara aku merengek minta susu.  Ama dengan mata setengah tertutup bangun dan menabrak pintu, hehe….

Abangku, saat kakak iparku sakit dan tak bisa bangun tengah malam, dia pun tak kalah sigap…bangun dan mengaduk susu buat anaknya.

Terakhir malam tadi, aku melihat adikku yang bandel bangun tengah malam, pukul 02.00 WIB, membuatkan susu untuk anaknya.  Bagaimana bisa Adikku, si heartbreaker brother ini berubah begitu pengertian?  Mungkin karena sudah dewasa, mungkin juga karena sudah ada teladan-teladan sebelumnya.

Aku yang ikut terbangun mendengar tangis keponakanku, trenyuh dengan pemandangan di hadapanku!  Adikku, tak kalah hebat dari Abang dan Amaku!  Luv u all…^_^V

One thought on “LAKI-LAKI DALAM KELUARGAKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s